Senin, 29 Desember 2014

ASPEK FISIK MANUSIA | DIMENSI KEPRIBADIAN MANUSIA | HAKIKAT MANUSIA

ASPEK FISIK MANUSIA
     
Pandangan satu pihak tentang manusia lebih menekankan pada realitas dan fungsi-fungsi jasmani. Anggapan demikian menunjukkan bahwa keberadaan dan kehidupan manusia sangat ditentukan oleh fisiknya. Aspek jasmani yang terdiri atas beda (materi) tunduk kepada hukum-hukum materi atau hukum-hukum alam yang berkerja secara mekanik.  Keberadaannya berasal dari alam dan berkerja menurut hukum alam. Semua yang dikerjakan dan diperbuat oleh manusia merupakan kuasalitas alami tanpa diintervensi oleh aspek lainnya. Keberadaan  manusia dialam iini sebatas/sepanjang umurnya. Anda tentunya tidak dapat menahan diri dan tidak dapat menolakhukum alam. Seperti anda tidak dapat menahan diri dan tidak dapat menolak untuk menjadi tua, karena menjadi tua adalah hukum alam yang tidak mungkin anda hindari.                          


Secara fisiologis (jasmani), keturunan manusia diciptakan dari sel-sel sperma yang bersatu dengan sel-sel telur (ovum) dalam rahim seorang ibu yang mengandungnya, sehingga kemudian menjadi segumpal darah darah, kemudian menjadi segumpal daging dan daging membentuk tulang belulang sampai hari kelahirannya mencapai kelengkapan fisiologis yang diperlukan untuk hidup. Hal demikian terjadi secara alami, namun hal ini belum menjawab pertanyaan dari manakah manusia pertama yang menjadi sebab lahirnya manusia lainnya sebagaimana menjadi teka-teki. Tentunya manusia pertama tidak terdiri dari pencampuran sperma dan ovum berasal dari manusia, maka akan terjadi peristiwa yang berkelanjutan tanpa ada batasnya (et infinitum).
Aspek fisik/jasmani manusia yang hidup di alam ini tunduk kepada hukum alam, sehingga ia memerlukan penyesuaian diri dengan tuntutan hukum-hukum alam. Keberlanjutan kehidupannya hanya bisa terwujud bilamana kebutuhan fisiknya secara alami bisa terpenuhi, seperti makan, minum, menghirup udara dan lain sebagainya.

Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar