A.
PENCIPTAAN MANUSIA
Salah satu
spisies makhluq hidup dibumi ini adalah manusia. Keberadaannya pertama kali di
bumi ini tidak diketahui secara pasti. Sejarah panjangnya merupakan rangkaian
yang terputus-putus. Namun, sebagaimana kita pikirkan bahwa keberadaan bumi
seharusnya mendahului keberadaan manusia sebagai penghuni diatasnya. Walaupun mungkin
saja terjadi, sebelum menghuni bumi ini, manusia telah berada ditempat lain
kemudian mengadakan eksodus ke atas bumi ini.
Teori evolusi mengatakan bahwa
alam ini, termasuk manusia yang berada di dalamnya berkembang secara
evolusionis (berubah atau berkembang secara perlahan) dari makhluk yang
sederhana yang berkembang sedemikian rupa menjadi makhluk yang lebih kompleks. Perjalanannya
yang sangat penjang itu menceritakan perkembangan tahab demi tahab sampai
menjadi manusia seperti sekarang ini. Prediksi kedepan, manusia akan terus
berkembang dan mengalami transformasi kebentuk manusia lainnya yang lebih
kommppleks. Golongan realisme (orang yang beranggapan bahwa relistis ini
bersifat bendawi),golongan Materialistis (orang yang beranggapan bahwa alam ini
merupakan wujud gerak mekanisitik) dan atheis (orang yang tidak percaya kepada
Tuhan) berpandangan demikian. Bagi mereka, yang paling utama bagi manusia
adalah jasadnya (jasmani). Jiwa (rohani) bersifat bayangan dari jasmani yang
bersifat bendawi. Hal demikian tentu sangat berbeda dengan yang kita pikirkan,
bahwa manusia mempunyai aspek rohani yang berbeda dengan aspek jasmani.
Pandangan yang lain, seperti
andangan ahli agama, mengatakan bahwa manusia pertama tidak diciptakan dibumi
ini. Dan bukan merupakan bagian panjangdari sejarah alam seperti yang
diperkirakan dalam pandangan evolusionisme tadi. Manusia yang pertama yang
kemudiaan disebut dengan Adamitu diciptakan didalam surga (suatu tempat yang
menjadi idaman para penganut agama dan keberadaannya di luar alam ini, serta
bebeda denan alam ini kerna bersifat immateri). Pandangan demikian demikian
dianut oleh para para pemeluk agama (terutama agama samawi, seperti islam,
kristen, katolik dan yahudi).
Dalam
teori cretio ex nihilo (penciptaan dari tiada) dikatakan bahwa pada mulanya
hanyalah Tuhan yang ada. Tuhan tidak didampingi oleh siapapun dan apapun.pada
suatu ketika, dalam kesendiriannya,Dia menciptakan sesuatu dari tiada,maka
sesuatu menjadi ada disamping keberadaannya. Artinya terdapat perbedaan/tenggang
waktu dari keberadaan Tuhan dengan keberadaannya Makluk-Nya, walaupun
keberadaan-Nya tidak dapat ditentukan waktunya.tetapi keberadaan makhluknya
jauh setelah keberadaan-Nya. Pada suatu saat Tuhan berkehendak untuk
menciptakan makluk-Nya.
Al-Sughrowardi
(filsuf yang masuk dalam madzhab ‘isyraqi), memandang, bahwa posisi tertinggi
dari rentetan cahaya adala cahaya dari segala cahaya atau cahaya murni. Dengan proses
emanasi cahaya dari segala cahaya iu memanifestasikan cahaya pertama (disebut
juga dengan cahaya abstrak atau al-nur al-aqrob/cahaya lebih dekat), jumlahnya
satu dan tidak semurni sumbernya, sehingga terdapat sisi kegelapan padanya. Kegelapan
ini menimbulkan bayangan pertama (barzakh/ismus) tertinggi. Ketikaia memahami
kekurangannya, muncullah cahaya kedua yang menerima pancaran dari cahaya segala
cahaya dan cahaya pertama, kerna semua cahaya bersifat tembus. Dengan proses
yang sama seperti diatas timbullah cahaya-cahaya dan ismus-ismus yang lain dalam rentetan yang
tidak terbatas. Manuisa secara material
berasal dari ismus itu yang mendapatkan pancara cahaya dari cahaya-cahaya
diatasnya. Pancaran cahaya tersebut merupakan aspek rohani manusia.
Dalam
wacana sufisme bahwa penciptaan pertama adalah Nur Muhammad (cahaya Muhammad) atau sering pula disebut dengan
al-Haqiqoh al-Muhammadiyah (hakikat kemuhamadan), roh Muhammad, atau al-‘aql
al-awwal, karena ia identik dengan akal pertama dalam teori filsafat. Sebelum tuhan
menciptakannya ia melihat dirinya sendiri lebih dahulu. Dalam kesendiriannya
terjadi dialog antara Tuhan dengan diri-Nya yang di dalamnya tidak erdapat
kata-kata ataupu huruf. Dia melihat
kemuliaannya dan ketinggian-Nya, dan ia pun cinta pada dirinya sediri, yaitu
cinta yang tidak bisa disifaatkan. Cinta inilah yang menjadi sebab wujud bagi
yang banyak. Krena cinta yang mendalan dari yang Esa untuk di kenal dan menjadi
kenyataan, maka abadi-Nya mewahyukan dirinya dalam bentuk dunia fenomena. Cinta
abadi-Nya untuk memandang kecantikan dan kesempurnaan diri-Nya di manifestasikan
dalam bentuk-bentuk untuk diketahui oleh diri-Nya sendiri di dalam maupun
melallui diri-Nya sendiri. Ia mengeluarkan dari tiada bentuk kopi dari diri-Nya
yang mempunyai segala sifat dan nama-Nya.
Hakikat
kemuhamadan adalah ketuhanan dalam untuk tanazuh-Nya (penurunan) yang pertama
kali dan menjadi sumber tanzul-tanazul berikutnya. Dia adalah tempat tajali
(penampakan diri) Tuhan yang bersifat absolut. Dalam kesendirian-Nya, Dia ingin
melihat diri-Nya di luar diri-Nya, sehingga diciptakan alam ini sebagai cermin
bagi diri-Nya. Atau Dia berkehendak untuk diketahui, maka Dia menampakkan
dirinya dalam bentuk tajali. Proses terjadinya bahwa Dzat-Nya bertajali dalam
tiga martabat melalui sifat dan asma-Nya yang paling sempurna. Dan ia adalah al-‘ilmu
al-Ilahi (pengetahuan Tuhan) yang meliputi semua hakikat ketuhanan, sehingga ia
bisa dikatakan al-‘aql (akal), al-‘Aqil (yang berakal), dan al-ma’qul (obyek
yang difikirkan). Nur Muhammad merupakan wadah tajali (penampakan Tuhan) karena
tidak bertabir (unveiling), penampakan lahir (revelation) atau pencerahan
(ilumination)yang paling semmpurna. Tidak satupun yang mengatasinya kecuali
esensi yang absolut.
Cahaya
Muhammad ini bersifat azali (ada tanpa permulaan), karena ia merupakan pancaran
cahaya-Nya. Keazaliaanya mendahului al-‘adam (ketiadaan), karena ia muncul
pertama kali, dan keberadaannya mendahului semua makhluk, sehingga menjadi
wajar bilamana posisinya disebut sangat dekat dengan Tuhan dan sebagai
al-wasilah (penghubung) Than yang pertama kali. Nur Muhammad adalah ciptaan
Tuhan yang pertama dari cahaya-Nya yang menjadi sumber makhluk, sebagai
perantara hamba dengan –Nya. Ia sebagai sebab dari semua penciptaan, roh suci,
dan aktivitas penciptaan dari Tuhan. Nur Muhammad sebagai awal atau permulaan roh
dan sebagai sumber akal pikiran, dan segala sesuatu tercipta darinya. Dia adalah
intermedier (barzakh) antara tuhan dengan fenomena, suatu untaian antara yang
abadi dengan yang temporal, yang wajib dengan yang kontingen dan yang riil
dengan yang fenomenal, yang aktif dengan yang pasif. Satu pihak itu berhadapan
dengan Tuhan dan pihak yang lain ia berhadapan dengan makhluk. Nur Muhammad
merupakan prinsip aktif dari engetahuan kudus dan esotorik, atau menjadi sumber
ilmu dan al-‘irfan(pengenalan kepada Tuuhan)
Tuhan
sebagai pencipta dunia tidak memerintah langsung karena Dia bersifat transenden
mutlak. Fungsi ini diperankan oleh ciptaan yang mewakili arketipe Muhammad yang
penciptaanya sesuai dengan bayangan Tuhan dan dianggap sebagai daya kosmik
tempat bergantung tata susunan dan pemeliharaan alam semesta. Ia sebagai axis
(pusat) tempat segala sesuatu mengitarinya dari mula hingga akhir. Penampakan
Tuhan secara esensial itu dikhususkan kepada Muhammad dan bukan kepada
selainnya. Alam berada dalam hubungan yang paling dekat dengan Tuhan diketahui dan
melalui dirinya sendiri merupakan subtansi dari pengetahuan, dan yang
mengetahui (the knower), yang diketahui (the known) dan pengetahuan (the
knowiedge) adala satu.
semoga bermanfaat.
Dikutip dari buku : Dasar-Dasar Pendidikan, kencana, 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar