Senin, 29 Desember 2014

PENCIPTAAN MANUSIA | HAKIAKAT MANUSIA | ILMU PENDIDIKAN

HAKIKAT MANUSIA
A.      PENCIPTAAN MANUSIA
Salah satu spisies makhluq hidup dibumi ini adalah manusia. Keberadaannya pertama kali di bumi ini tidak diketahui secara pasti. Sejarah panjangnya merupakan rangkaian yang terputus-putus. Namun, sebagaimana kita pikirkan bahwa keberadaan bumi seharusnya mendahului keberadaan manusia sebagai penghuni diatasnya. Walaupun mungkin saja terjadi, sebelum menghuni bumi ini, manusia telah berada ditempat lain kemudian mengadakan eksodus ke atas bumi ini.
                Teori evolusi mengatakan bahwa alam ini, termasuk manusia yang berada di dalamnya berkembang secara evolusionis (berubah atau berkembang secara perlahan) dari makhluk yang sederhana yang berkembang sedemikian rupa menjadi makhluk yang lebih kompleks. Perjalanannya yang sangat penjang itu menceritakan perkembangan tahab demi tahab sampai menjadi manusia seperti sekarang ini. Prediksi kedepan, manusia akan terus berkembang dan mengalami transformasi kebentuk manusia lainnya yang lebih kommppleks. Golongan realisme (orang yang beranggapan bahwa relistis ini bersifat bendawi),golongan Materialistis (orang yang beranggapan bahwa alam ini merupakan wujud gerak mekanisitik) dan atheis (orang yang tidak percaya kepada Tuhan) berpandangan demikian. Bagi mereka, yang paling utama bagi manusia adalah jasadnya (jasmani). Jiwa (rohani) bersifat bayangan dari jasmani yang bersifat bendawi. Hal demikian tentu sangat berbeda dengan yang kita pikirkan, bahwa manusia mempunyai aspek rohani yang berbeda dengan aspek jasmani.
                Pandangan yang lain, seperti andangan ahli agama, mengatakan bahwa manusia pertama tidak diciptakan dibumi ini. Dan bukan merupakan bagian panjangdari sejarah alam seperti yang diperkirakan dalam pandangan evolusionisme tadi. Manusia yang pertama yang kemudiaan disebut dengan Adamitu diciptakan didalam surga (suatu tempat yang menjadi idaman para penganut agama dan keberadaannya di luar alam ini, serta bebeda denan alam ini kerna bersifat immateri). Pandangan demikian demikian dianut oleh para para pemeluk agama (terutama agama samawi, seperti islam, kristen, katolik dan yahudi).
               
Dalam teori cretio ex nihilo (penciptaan dari tiada) dikatakan bahwa pada mulanya hanyalah Tuhan yang ada. Tuhan tidak didampingi oleh siapapun dan apapun.pada suatu ketika, dalam kesendiriannya,Dia menciptakan sesuatu dari tiada,maka sesuatu menjadi ada disamping keberadaannya. Artinya terdapat perbedaan/tenggang waktu dari keberadaan Tuhan dengan keberadaannya Makluk-Nya, walaupun keberadaan-Nya tidak dapat ditentukan waktunya.tetapi keberadaan makhluknya jauh setelah keberadaan-Nya. Pada suatu saat Tuhan berkehendak untuk menciptakan makluk-Nya.
Al-Sughrowardi (filsuf yang masuk dalam madzhab ‘isyraqi), memandang, bahwa posisi tertinggi dari rentetan cahaya adala cahaya dari segala cahaya atau cahaya murni. Dengan proses emanasi cahaya dari segala cahaya iu memanifestasikan cahaya pertama (disebut juga dengan cahaya abstrak atau al-nur al-aqrob/cahaya lebih dekat), jumlahnya satu dan tidak semurni sumbernya, sehingga terdapat sisi kegelapan padanya. Kegelapan ini menimbulkan bayangan pertama (barzakh/ismus) tertinggi. Ketikaia memahami kekurangannya, muncullah cahaya kedua yang menerima pancaran dari cahaya segala cahaya dan cahaya pertama, kerna semua cahaya bersifat tembus. Dengan proses yang sama seperti diatas timbullah cahaya-cahaya dan  ismus-ismus yang lain dalam rentetan yang tidak terbatas. Manuisa secara  material berasal dari ismus itu yang mendapatkan pancara cahaya dari cahaya-cahaya diatasnya. Pancaran cahaya tersebut merupakan aspek rohani manusia.
Dalam wacana sufisme bahwa penciptaan pertama adalah Nur Muhammad (cahaya  Muhammad) atau sering pula disebut dengan al-Haqiqoh al-Muhammadiyah (hakikat kemuhamadan), roh Muhammad, atau al-‘aql al-awwal, karena ia identik dengan akal pertama dalam teori filsafat. Sebelum tuhan menciptakannya ia melihat dirinya sendiri lebih dahulu. Dalam kesendiriannya terjadi dialog antara Tuhan dengan diri-Nya yang di dalamnya tidak erdapat kata-kata ataupu huruf.  Dia melihat kemuliaannya dan ketinggian-Nya, dan ia pun cinta pada dirinya sediri, yaitu cinta yang tidak bisa disifaatkan. Cinta inilah yang menjadi sebab wujud bagi yang banyak. Krena cinta yang mendalan dari yang Esa untuk di kenal dan menjadi kenyataan, maka abadi-Nya mewahyukan dirinya dalam bentuk dunia fenomena. Cinta abadi-Nya untuk memandang kecantikan dan kesempurnaan diri-Nya di manifestasikan dalam bentuk-bentuk untuk diketahui oleh diri-Nya sendiri di dalam maupun melallui diri-Nya sendiri. Ia mengeluarkan dari tiada bentuk kopi dari diri-Nya yang mempunyai segala sifat dan nama-Nya.
Hakikat kemuhamadan adalah ketuhanan dalam untuk tanazuh-Nya (penurunan) yang pertama kali dan menjadi sumber tanzul-tanazul berikutnya. Dia adalah tempat tajali (penampakan diri) Tuhan yang bersifat absolut. Dalam kesendirian-Nya, Dia ingin melihat diri-Nya di luar diri-Nya, sehingga diciptakan alam ini sebagai cermin bagi diri-Nya. Atau Dia berkehendak untuk diketahui, maka Dia menampakkan dirinya dalam bentuk tajali. Proses terjadinya bahwa Dzat-Nya bertajali dalam tiga martabat melalui sifat dan asma-Nya yang paling sempurna. Dan ia adalah al-‘ilmu al-Ilahi (pengetahuan Tuhan) yang meliputi semua hakikat ketuhanan, sehingga ia bisa dikatakan al-‘aql (akal), al-‘Aqil (yang berakal), dan al-ma’qul (obyek yang difikirkan). Nur Muhammad merupakan wadah tajali (penampakan Tuhan) karena tidak bertabir (unveiling), penampakan lahir (revelation) atau pencerahan (ilumination)yang paling semmpurna. Tidak satupun yang mengatasinya kecuali esensi yang absolut.
Cahaya Muhammad ini bersifat azali (ada tanpa permulaan), karena ia merupakan pancaran cahaya-Nya. Keazaliaanya mendahului al-‘adam (ketiadaan), karena ia muncul pertama kali, dan keberadaannya mendahului semua makhluk, sehingga menjadi wajar bilamana posisinya disebut sangat dekat dengan Tuhan dan sebagai al-wasilah (penghubung) Than yang pertama kali. Nur Muhammad adalah ciptaan Tuhan yang pertama dari cahaya-Nya yang menjadi sumber makhluk, sebagai perantara hamba dengan –Nya. Ia sebagai sebab dari semua penciptaan, roh suci, dan aktivitas penciptaan dari Tuhan. Nur Muhammad sebagai awal atau permulaan roh dan sebagai sumber akal pikiran, dan segala sesuatu tercipta darinya. Dia adalah intermedier (barzakh) antara tuhan dengan fenomena, suatu untaian antara yang abadi dengan yang temporal, yang wajib dengan yang kontingen dan yang riil dengan yang fenomenal, yang aktif dengan yang pasif. Satu pihak itu berhadapan dengan Tuhan dan pihak yang lain ia berhadapan dengan makhluk. Nur Muhammad merupakan prinsip aktif dari engetahuan kudus dan esotorik, atau menjadi sumber ilmu dan al-‘irfan(pengenalan kepada Tuuhan)

Tuhan sebagai pencipta dunia tidak memerintah langsung karena Dia bersifat transenden mutlak. Fungsi ini diperankan oleh ciptaan yang mewakili arketipe Muhammad yang penciptaanya sesuai dengan bayangan Tuhan dan dianggap sebagai daya kosmik tempat bergantung tata susunan dan pemeliharaan alam semesta. Ia sebagai axis (pusat) tempat segala sesuatu mengitarinya dari mula hingga akhir. Penampakan Tuhan secara esensial itu dikhususkan kepada Muhammad dan bukan kepada selainnya. Alam berada dalam hubungan yang paling dekat dengan Tuhan diketahui dan melalui dirinya sendiri merupakan subtansi dari pengetahuan, dan yang mengetahui (the knower), yang diketahui (the known) dan pengetahuan (the knowiedge) adala satu.

semoga bermanfaat.

Dikutip dari buku : Dasar-Dasar Pendidikan, kencana, 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar