Kamis, 26 Maret 2015

BANGUNLAH SAYANG


Bahkan sang malam pun menangis meneteskan air hujan.
Kodok-kodok bernyanyi riang. 
Nyamuk2 kedinginan. 
Salah siapa? 
Alam hanya melaksanakan tugasnya. 

Si berakal hanya diam membaca bak tikus2 kyusuk memakan jagung di ladang. 
Tak ikut menanam tapi ikut menikmati. 
Punya otak tapi tak punya pikiran. 
Nikmat mana lagi yang kan kau dustakan duhai kekasihku. 

Menganggap semuanya adalah beban. 
Beban. 
Dan beban. 
Bukanlah sikap yang tepat. 
Ayolah,.. 
Kapan lagi kau akan siuman duhai kekasihku. 

Duhai hatiku. 
Sudah terlalu lama kau pingsan. 
Bangunlah sayang, 
jadikan malam ini malam cinta penuh kesunahan. 
Diranjang bunga ini ada surat yang harus kau baca dan kau pahami maknanya.

HABIBI, 12 Februari 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar